Sabtu, 06 Februari 2010

Profil Kabupaten Telukbintuni


Kabupaten Teluk Bintuni merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Papua Barat yang beribukota di Distrik Bintuni dengan luas wilayah 18.637 Km2. Secara administratif, terbagi menjadi 10 Kecamatan dan 97 Kelurahan. Daerah ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Afiat timur Kabupaten sorong Selatan, Kecamatn kebaar, Testegea, Menyambaou, dan Sururey Kabupaten Manokwari di sebelah utara, Kecamatan Kaimana dan Kecamatan teluk Arguni Kabupaten Kaimana dan Distrik Kokas Kabupaten Fakfak di sebelah selatan, Kecamatan Kokoda dan Kecamatan Afiat timur Kabupaten Sorong Selatan di sebelah barat, Kecamatan Ransiki Kabupaten Manokwari, kecamatan Wamesa, serta Kecamatan Wasior Kabupaten Teluk Wondama dan Kecamatan Yaur Kabupaten Nabire di sebelah timur.

Teluk Bintuni mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan, perekonominan Teluk Bintuni bertumpu pada bidang pertanian khususnya kehutanan, Dari hutan produksi, diperoleh kayu bernilai ekonomis. Yang dominan antara lain merbau, matoa, nyatoh, pulai, mersawa, resak, medang, dan bintangur. Oleh perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan, produksi kayu bulat diekspor ke Jepang, Malaysia, dan Korea. Hutan Teluk Bintuni juga menghasilkan sagu, sagu merupakan bahan makanan pokok di daerah ini, Selain kayu bulat dan sagu, juga dihasilkan gaharu, rotan, minyak lawang, dan masoi. Masoi adalah kulit kayu sebagai bahan wangi-wangian. Di sektor perkebuan komoditi utama yang dihasilkan berupa kelapa sawit, kakao, cengkeh, kelapa, kopi robusta.

Perut bumi Teluk Bintuni terbilang kaya akan bahan tambang dan galian, Hampir seluruh kawasan mengandung gas alam cair (LNG), hasil tambang lainnya berupa batu bara, mika. Potensi sumber daya alam Teluk Bintuni tidak hanya di daratan, Perairan kabupaten merupakan sumber daya ikan dan udang galah. Dengan potensi yang dimiliki ditunjang letak geografis yang strategis, Kabupaten Teluk Bintuni sangat mungkin menjadi pusat pengembangan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kepala burung ini. Dari hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan ini berdampak besar juga terhadap perdagangan. Perdagangan menjadi tumpuan mata pencaharian penduduk setelah pertanian. keberadaan infrastruktur berupa jalan darat yang memadai akan lebih memudahkan para pedagang untuk berinteraksi sehingga memperlancar baik arus barang maupun jasa, daerah ini juga telah terdapat Bandara Bintuni yang trletak di Bintuni dan Pelabuhan Babo.

Sumber :
http://regionalinvestment.com/sipid/displayprofil.php?ia=9224

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar